Selain mencari makanan — bekerja, mudahnya — barangkali bepergian ke tempat lain adalah yang pasti dilakukan manusia ketika tidak sedang menganggur. Tempat-tempat wisata, daerah yang bukan sebagai pusat jual-beli, kota yang tak banyak orang yang dikenal, kampung halaman, atau bisa jadi daerah yang belum pernah didatangi. Melancong adalah bagian dari anggaran yang disiapkan orang-orang yang bekerja, ada juga sebagai bagian dari pekerjaan.
Tidak semua hal yang dilakukan harus dijelaskan tujuannya dan hasilnya. Bagi orang-orang yang memilih sering dan menjadikan hobi, mendatangi tempat-tempat asing adalah kepuasan. Bagi orang-orang yang butuh sesuatu yang baru dari rutinitas yang tiap hari dijalani, bepergian mampu menyegarkan suasana hati dan pikiran. Bedanya, bagi yang sering, melancong seperti candu, terus dan terus dilakukan. Bukan karena sedang hari libur atau ada promosi tiket transportasi murah. Mereka melakukan untuk kepuasan. Sedangkan bagi mereka yang melakukan perjalanan sesekali, segala persiapan dan anggaran direncanakan dengan matang. Walau tujuannya terkadang sama saja.
Ketika internet belum begitu populer, pelancong bisa mendapat informasi dari majalah-majalah, buku-buku dari penulis yang juga pelancong juga saran orang lain. Setelah itu, banyak tempat baru yang mudah diakses sebelum benar-benar berada di tempat itu. Banyak blog-blog pelancong — Traveler, begitu sebutan populernya saat ini — bertebaran di internet. Lengkap dengan rekap anggaran, keterangan tempat, transportasi, sampai poto.