Diskusi

When I get ready to talk to people, I spend two thirds of the time thinking what they want to hear and one third thinking about what I want to say.

Abraham Lincoln

Saya tidak menyalahkan teknologi dengan segala kemudahannya untuk berkomunikasi sebagai biang kerok rusaknya cara orang saling memberi kabar atau menyampaikan pendapat. Tapi saya juga tidak setuju teknologi sebagai solusi bagi mereka—termasuk saya—yang susah untuk berbicara pada orang lain.

Dari trilogi film “before” saya tertarik dengan Before Midnight yang tayang perdana Januari 2013 lalu di Sundance Film Festival. Sebenarnya tidak ada yang spesial dari film ini yang berjenis drama romantis. Durasi film juga hanya satu jam lebih sembilan menit. Sepanjang film, hampir seluruh adegan hanya diisi oleh obrolan dua tokoh utama; Ethan Hawke sebagai Jesse dan Julie Delpy sebagai Celine adalah sepasang kekasih. Bagi yang menilai film hanya dari adegan action, film ini tidak termasuk dan cenderung sangat membosankan.

Setiap film yang ditonton, tentu punya pendapat sendiri tentang pesan-pesan yang dapat ditangkap. Pesan dari film ini lah yang membuat saya tertarik. Ngobrol, cara berkomunikasi dasar yang sangat sederhana. Cara kedua tokoh utama ini berdialog membuat saya terbawa ke dalam film, seperti sedang “menguping” sepasang kekasih yang berdiskusi ringan nan sederhana tentang kehidupan mereka. Mulai dari keseharian yang dijalani, hubungan, keresahan masing-masing pihak sampai impian-impian mereka. Diskusi yang mereka lakukan alami dan sangat manusiawi, sering terjadi pada kehidupan nyata; diskusi yang memunculkan emosi pada akhirnya yang dapat mereka reda dengan perasaan saling cinta.

Lanjut membaca

Tomorrow Never Dies

The distance between insanity and genius is measured only by success.

Elliot Carver

Dari tiga kata kunci pada kutipan di atas; insanity, genius dan success, saya punya kesimpulan sendiri yaitu ambius. Seorang ambius lah yg mampu men-duetkan penyakit kejiwaan dengan kejeniusan. Benar, keberhasilanlah jawaban dari “anda gila atau anda jenius?”

Hampir setahun tidak menulis di blog dan seperti para wartawan yg “kejar tayang” dalam rangka menyambut pemilihan Presiden ini, saya juga sempatkan menulis sembari menunggu pertandingan perdana Piala Dunia 2014.

Cukup banyak yg bisa menjadi hiburan menjelang pemilu 2014 ini. Tanpa dicari, sering datang dan terlihat dengan sendirinya. Saya bersyukur, pemilu kali ini tidak banyak orang Indonesia yg kepingin jadi Presiden. Merujuk pada calonnya yg cuma dua orang ditambah dua pasang wakilnya. Itu hiburan yg benar-benar saya nikmati; tidak repot membuka kertas suara di bilik suara.

Lanjut membaca

Karisma, krisis, kepentingan dan hilang

Ketika ditulis dalam bahasa Cina, ‘krisis’ terdiri dari dua karakter — satu mewakili bahaya dan yg satunya mewakili kesempatan.

John Fitzgerald Kennedy

Kennedy yg terpilih sebagai Presiden Amerika di Tahun 1961 menjanjikan sebuah Amerika baru yang lebih bergairah. Namun, krisis-krisis yang paling serius harus dihadapi oleh pemerintahan yang baru itu. Salah satunya adalah perang dingin dengan Uni Sovyet.

Pemicu awalnya adalah tindakan pasukan Sovyet dan Jerman Timur yang mulai membangun sebuah tembok beton yang tingginya hampir setinggi bangunan dua lantai. Tembok itu membelah pusat kota Berlin, yang menggambarkan pemisahan Jerman paska-perang dan secara efektif menutup perbatasan antara Jerman Barat dengan Jerman Timur. Dikemudian hari tembok ini disebut Tembok Berlin.

Kesulitan lain yang dihadapi Kennedy adalah  sebuah negara Karibia bernama Kuba. Dimana pemimpinnya yang begitu didukung Uni Sovyet bernama Fidel Castro mengambil alih kekuasaan di Tahun 1959. Pada April 1961, Kennedy mensponsori invasi Amerika Serikat ke Kuba melalui Teluk Babi, tapi gagal. Akibat dari serangan ini, Sovyet memasang peluru-peluru kendali jarak lengkap dengan kepala nuklir di Kuba. Peluru-peluru kendali ini dapat menghancurkan kota-kota besar di Amerika hanya dalam waktu singkat. Disadari Kennedy, hal ini merupakan ancaman langsung terhadap keamanan rakyatnya.

Lanjut membaca

Pelancong

Selain mencari makanan — bekerja, mudahnya — barangkali bepergian ke tempat lain adalah yang pasti dilakukan manusia ketika tidak sedang menganggur. Tempat-tempat wisata, daerah yang bukan sebagai pusat jual-beli, kota yang tak banyak orang yang dikenal, kampung halaman, atau bisa jadi daerah yang belum pernah didatangi. Melancong adalah bagian dari anggaran yang disiapkan orang-orang yang bekerja, ada juga sebagai bagian dari pekerjaan.

Tidak semua hal yang dilakukan harus dijelaskan tujuannya dan hasilnya. Bagi orang-orang yang memilih sering dan menjadikan hobi, mendatangi tempat-tempat asing adalah kepuasan. Bagi orang-orang yang butuh sesuatu yang baru dari rutinitas yang tiap hari dijalani, bepergian mampu menyegarkan suasana hati dan pikiran. Bedanya, bagi yang sering, melancong seperti candu, terus dan terus dilakukan. Bukan karena sedang hari libur atau ada promosi tiket transportasi murah. Mereka melakukan untuk kepuasan. Sedangkan bagi mereka yang melakukan perjalanan sesekali, segala persiapan dan anggaran direncanakan dengan matang. Walau tujuannya terkadang sama saja.

Ketika internet belum begitu populer, pelancong bisa mendapat informasi dari majalah-majalah, buku-buku dari penulis yang juga pelancong juga saran orang lain. Setelah itu, banyak tempat baru yang mudah diakses sebelum benar-benar berada di tempat itu. Banyak blog-blog pelancong — Traveler, begitu sebutan populernya saat ini — bertebaran di internet. Lengkap dengan rekap anggaran, keterangan tempat, transportasi, sampai poto.

Lanjut membaca

Pensiun

Berikut percakapan Beckham dengan Gary Neville yang telah diterjemahkan, seperti dikutip dari Sky Sports

Neville: Kau baru saja mengumumkan rencana pensiun. Kenapa memilih sekarang?

Beckham: Seseorang bisa tahu bahwa ia sudah siap untuk pensiun, dan aku rasa aku tahu kalau aku sudah siap. Ini keputusan sulit karena aku merasa masih bisa bermain di level tertinggi sepak bola, dan telah melakukannya selama enam bulan terakhir. Tapi, diam-diam aku selalu berkata kepada diriku sendiri kalau aku ingin berhenti saat berada di level tertinggi. Jika delapan bulan lalu kau mengatakan bahwa aku akan bermain di Liga Perancis, memenangkan Piala Perancis dan liga serta berhenti seperti ini, mungkin aku tak akan pensiun. Tapi, aku punya kesempatan bermain di PSG dan aku merasa ini waktu yang sangat tepat.

Neville: Apa itu menurutmu saja atau kau memang sudah tahu?

Beckham: Menurutku. Aku sangat mencintai sepak bola. Aku hanya merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat. Aku percaya ini waktu yang tepat dan aku selalu merasa aku bisa melakukannya — itulah masalahnya.

Neville: Kapan pemikiran itu akhirnya datang?

Beckham: Mungkin saat Lionel Messi berlari melewatiku, hahaha. Sebenarnya aku tak tahu. Aku hanya merasa aku sangat beruntung sepanjang karierku. Aku beruntung karena bisa bermain di klub-klub tempatku bermain. Bisa bermain bersama rekan-rekan setimku, serta memenangi trofi. Dengan bermain di MLS dan memenangkan kejuaraan tahun lalu, serta bermain untuk PSG dan memenangkan liga, aku rasa ini cara yang tepat untuk ku mengakhiri karier.

Neville: Kau selalu meninggalkan klub dengan prestasi. Memenangkan Premier League dengan Manchester United, menjuarai MLS dengan LA Galaxy tahun lalu. Apakah memenangkan Liga Perancis bersama PSG musim ini penting buatmu?

Beckham: Kurasa sudah menjadi mimpi setiap atlet, setiap pemain sepak bola, untuk berhenti di level tertinggi klub atau memenangkan trofi. Itu tak banyak terjadi, tapi aku beruntung bisa merasakannya. Saat aku meninggalkan MU, kita memenangkan Premier League. Saat aku meninggalkan Madrid, kami memenangkan La Liga. Lalu, aku meninggalkan Galaxy setelah memenangkan kejuaraan dua tahun berturut-turut dan kemudian bermain di PSG dan memenangkan Ligue 1. Ini cara yang menyenangkan untuk pensiun. Semua orang akan mengenangnya, dan pencapaian tersebut akan tercatat. Mudah saja, kau pergi sebagai juara, dan karena itulah aku merasa ini waktu yang tepat.

Neville: Bagaimana kau ingin dikenang sebagai pemain sepak bola dan sebagai individu setelah karier selama 22 tahun, serta semua yang kau raih?

Beckham: Aku hanya ingin dipandang sebagai pemain yang bekerja keras. Seseorang yang berdedikasi pada sepak bola dan seseorang yang selalu memberikan upaya terbaik saat berada di lapangan, karena itulah yang aku rasakan. Bermain dalam pertandingan di akhir karierku, seperti itulah aku akan mengenangnya dan berharap orang lain juga melihatku dengan sudut pandang yang sama.

Aku rasa sepak bola sudah menjadi hidup dan karierku selama bertahun-tahun. Orang-orang telah melihat sisi lain yang terjadi di karierku dan terkadang itu membuat mereka luput melihat upayaku di lapangan, atau prestasi yang kutorehkan. Walau aku bisa saja mengatakan sebaliknya, tentu itu menyakitkan.

Pada akhirnya aku adalah pesepak bola dan telah bermain untuk beberapa klub terbesar dunia dan bermain bersama beberapa pemain terbaik; dilatih oleh beberapa manajer terbesar dan terbaik, serta mencapai nyaris segalanya di sepak bola. Aku rasa tentu menyakitkan jika orang-orang malah memikirkan hal lain, dan bukan mempertanyakannya.

Berada di penghujung karierku, aku akan mengenang segalanya dan berkata bahwa aku sudah mencapai segalanya dengan setiap klub tempatku pernah bermain. Aku bermain untuk Inggris sebanyak 115 kali; menjadi runner-up World Player of the Year dua kali dan dikalahkan dua pemain hebat; aku sangat bangga.

Bisa dikatakan, tak ada satupun pemain sepak bola yang mampu menyamai apa yang telah David Beckham capai. Jika sedikit menyinggung apa yang disampaikannya di dalam wawancara tersebut; “aku rasa tentu menyakitkan jika orang-orang malah memikirkan hal lain”, memang, tak banyak orang atau bahkan penggemarnya yang selalu membahas prestasinya. Menurutku ini juga tidak salah. Seorang David Beckham banyak dinilai dari sisi luar maupun di dalam lapangan. Di luar lapangan karena sebab dari dalam lapangan juga. Era 90-an, dimana tak banyak pemain sepak bola yang dianggap “ganteng” oleh wanita, dimana saat itu juga hanya wajah penyanyi Boyband yang paling nyaman untuk ditonton, disitulah David Beckham membius dengan wajah yang hampir mirip Nick Carter. Anggota dari Backstreet Boys yang sedang digilai karena wajah-wajah personilnya, tapi bedanya dia sedang menghadapi pagar betis di tengah-tengah lapangan Old Trafford. Penggemarnya dari kaum wanita tentu tak banyak yang membahas konflik antara Beckham dengan Diego Simeone di Prancis 98, apalagi sampai menjadi pembicaraan penting di jam-jam pelajaran sekolah. Sadar atau tidak, 90-an adalah awal dimana wanita mulai menonton sepak bola di TV dan mulai bertanya, apa itu offside dan semua itu karena David Beckham.

Lanjut membaca

1909

Garis besar Teori Umum Relativitas dari maha karya Albert Einstein adalah jika suatu materi dirubah menjadi energi, maka energi yang dilepaskan dapat ditunjukkan dalam sebuah rumus yang “kelihatannya” sederhana; E = mc2, dimana E mewakili Energi, M adalah Massa dan C adalah Kecepatan (cahaya). Dengan teori — rumus — ini memperlihatkan bahwa massa yang kecil dapat dirubah menjadi energi yang besar.

Masa lalu orang percaya bahwa bumi berbentuk datar dan siapa saja yang mempertanyakan keyakinan itu dianggap menyimpang, termasuk keyakinan bahwa bumi merupakan pusat alam semesta. Sampai abad ke-20, orang menganggap waktu bersifat mutlak, adalah jam yang jika disetel dengan benar maka akan berjalan dengan kecepatan yang sama dimanapun dan bahwa cahaya berjalan lurus mengikuti garis.

Lanjut membaca

Renaisans

Sejarah mencatat, Renaisans adalah sebuah masa yang berlangsung selama 25 sampai 50 tahun terutama berpusat pada tahun 1500. Dapat ditandai melalui kebangkitan seni, pemikiran dan sastra yang menarik keluar Eropa dari kegelapan intelektual selama abad pertengahan. Renaisans bukanlah sebuah perpanjangan alamiah dari abad pertengahan, melainkan sebuah revolusi kebudayaan. Sebuah reaksi terhadap kelakuan dan tradisi abad itu yang cenderung kolot.

Berdasarkan definisi, kata “renaisans” bermakna kehidupan atau bangkit kembali. Masa yang dikenal sebagai Renaisans dianggap sebagai penemuan kembali masa keemasan peradaban Yunani dan Romawi. Faktanya, meskipun pada zaman Renaisans banyak orang membaca sastra klasik dan mempertimbangkan kembali pemikiran klasik, maksud sesungguhnya dari Renaisans adalah inovasi dan penemuan. Universitas-universitas didirikan hampir di seluruh Eropa, disertai munculnya kesadaran untuk menyebar-luaskan ide-ide.

Diantara tokoh-tokoh seni di masa keemasan Renaisans adalah Sandro Botticelli, Michaelangelo, Buonarruti dan Leonardo da Vinci. Para seniman ini membantu revolusi seni dengan cara mempelajari detil bentuk-bentuk alamiah dan interaksi antara cahaya dan bayangan pada bentuk tersebut.

Lanjut membaca

Embargo 1973

Pembentukan negara Israel pada tanggal 14 Mei 1948, membuat dunia Arab marah karena negara Yahudi yang baru itu mencakup tanah yang diklaim kedua belah pihak yaitu Arab dan Yahudi. Israel berhasil memukul mundur sebuah serangan negara-negara Liga Arab — terutama Suriah, Jordania dan Mesir — di tahun 1948. Isreal juga melancarkan serangan balik atas Mesir pada tahun 1956.

Pada tanggal 5 Juni 1967, pihak Arab memulai sebuah serbuan besar-besaran dengan tujuan menghancurkan Israel secara total — dikemudian hari serangan ini disebut sebagai Perang Enam Hari. Rencana Arab ini menjadi bumerang bagi dirinya sendiri, ketika Israel bukan hanya mampu memukul mundur serangan itu, melainkan juga berhasil mencaplok wilayah Arab seluas 2 kali dari luas Israel sebelumnya. Diantaranya termasuk semenanjung Mesir, Kota Tua Jerusalem yang dikontrol Jordania, Tepi Barat, serta Dataran Tinggi Golan.

Berikutnya pada hari suci orang Yahudi, Yom Kippur, tanggal 6 Oktober 1973, Liga Arab kembali melancarkan serangan yang berhasil membuat Israel nyaris tak berdaya. Israel hampir musnah di tahun itu, jika saja tidak dibantu pesawat-pesawat tempur Amerika.

Lanjut membaca

Semen

Di Medan tahun 1979, pernah terjadi peristiwa langka yang berkaitan antara pengusaha dengan TNI (dulu ABRI). Tidak, diantara TNI dan pengusaha itu tidak ada space untuk preman. Tujuh februari 1979, pengusaha itu berinisial A alias TWP kepergok menimbun segudang semen yang pada waktu itu Medan sedang dilanda krisis semen. Pengusaha A alias TWP adalah penduduk Jalan Asia, Medan. Seorang distributor semen untuk Kota Medan.

TNI yang diberi kuasa atas operasi semen itu. Dengan nama Operasi Semen, maka TNI langsung menindak si pengusaha tersebut.

Hukuman yang diberikan cukup unik. Pengusaha itu dipaksa membersihkan sampah di berbagai tempat di dalam Kota Medan. Dengan dikawal aparat TNI dan disaksikan masyarakat, pengusaha itu disuruh mengumpulkan sampah, menaikkannya ke dalam truk sampah bahkan sampai membuangnya ke Payababi, Desa Harjosari.

Lanjut membaca

Kolom do’a

Cita-cita awal para milyuner dunia IT semata-mata bukan berawal dari kemiskinan yang mengharapkan kemewahan. Bill Gates, pendiri Microsoft Windows bercita-cita agar komputer bisa dinikmati semua orang termasuk penggunaan pribadi di rumah, yang pada masanya hanya korporat dan industri saja pemakainya. Buah dari cita-cita itulah yang sejak 23 tahun terakhir disebut Personal Computer atau PC. Begitu juga dengan Mark Zuckerberg, menciptakan Facebook dengan niat agar semua orang mudah berbagi dan menyebarkan informasi. Sekali lagi, itu adalah rencana awalnya.

Perkembangan yang terus berjalan, diiringi banyak orang yang hampir setiap hari melakukan sign up, membuat Facebook semakian besar. Tak bisa juga dikatakan bahwa Facebook adalah sebuah penemuan, karena dengan status sosial media sudah ada Friendster dan Myspace sebelumnya.

Dengan tagline, “apa yang anda pikirkan yang nempel di kolom status Facebook, pengguna bebas menuliskan apa saja.

Lanjut membaca